Jumlah warga Indonesia yang mengalami kegemukan atau obesitas cukup banyak. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi penduduk berusia lebih dari 18 tahun yang mengalami obesitasmeningkat dari 14,8 persen menjadi 21,8 persen.

Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek mengatakan, meningkatnya obesitas ini dikarenakan pola hidup masyarakat yang tidak sehat dan malas berolah raga. “Obesitas ini menjadi faktor penyebab penyebaran penyakit tidak menular, seperti diabetes, stroke, penyakit jantung, hipertensi hingga gagal ginjal.” ungkapnya.

Kata Nila F Moeloek, diantara yang menjadi penyebab obesitas salah satunya adalah kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan oleh masyarakat. “Perilaku masyarakat harus dirubah menjadi berprilaku hidup sehat, seperti berolah raga secara rutin,” tambahnya.

Baca Juga :  Penderita Jantung Semakin Banyak, Ternyata Faktor Berubah Pola Makan

Sementara Direktur Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Dr Siswanto mengatakan, dari data Riskesdas ini menunjukkan bahwa kurang lebih 33 persen penduduk kita itu aktivitas fisiknya kurang. “Aktivitas fisik bukan cuma olahraga aja, misalnya petani ke sawah nyangkul ya itu atau naik turun tangga,” pungkasnya.

Selain kurang kurang olah raga, masyarakat indonesia juga suka berpola hidup tidak sehat, seperti mengkonsumsi makanan banyak lemak, makanan cepat saji dan makan lan tinggi kalori dan makan berlebihan.(Tim Media RSI Hasanah)

Leave a Comment